Apa perbedaan sertifikasi POP dan POM di sektor tambang?

Khotima
Khotima
  • 25 Jan 2026
  • Updated

Sertifikasi POP - Pengawas Operasional Pertama diperuntukkan bagi pengawas lini pertama, sedangkan POM digunakan untuk pengawas tingkat menengah di area tambang. Perbedaan utama terletak pada kewenangan dan tanggung jawab operasional.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, jenjang pengawas operasional diatur dalam Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Secara teknis, POM memiliki kewajiban lebih besar dalam evaluasi risiko dan pengendalian operasional tambang.

Pelatihan POP rata-rata berlangsung 6 hari sedangkan POM sekitar 10 hari. Biaya sertifikasi POP berkisar Rp7.000.000 sementara POM dapat mencapai Rp20.000.000 tergantung penyelenggara.

ak3umum.com siap membantu pelaksanaan sertifikasi pengawas tambang mulai dari POP hingga POM secara resmi dan terpercaya.

Tidak Puas dengan jawaban di atas?

Tim ahli kami siap membantu Anda dengan konsultasi gratis. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Konsultasi online · tim berpengalaman

Sertifikat K3 BNSP & Kemnaker RI

Respons prioritas BNSP & Kemnaker Jalur digital Pendampingan ahli

Tingkatkan kredibilitas profesional dengan sertifikasi BNSP & Kemnaker yang diakui nasional. Tim ahli kami mendampingi jalur dokumentasi dan uji kompetensi secara online—respons cepat dan terukur.

Masih ada pertanyaan terkait Apa perbedaan sertifikasi POP dan POM di sektor tambang?? Diskusikan detailnya dengan konsultan melalui WhatsApp di bawah.

Layanan resmi · komunikasi terdokumentasi · privasi dan data klien dilindungi sesuai kebutuhan korporat.

Sertifikat K3 BNSP

Ada beberapa pilihan sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang bisa kamu pilih, tergantung bidang yang kamu minati. Sertifikat ini bisa jadi nilai lebih buat kamu dalam dunia kerja. Berikut ini beberapa sub-bidang sertifikat profesi BNSP yang bisa kamu pertimbangkan